Senin, 06 Juni 2011

1000 Pencinta Sepeda Akan Keliling Kepulauan Seribu

Sebanyak 1.000 pecinta bersepeda ditargetkan  mengikuti Tidung Fun Bike 2011 yang diadakan di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan, Kepulauan Seribu (12/6).  Sepeda santai yang pertama kali digelar Kabupaten termuda di DKI Jakarta itu rencanannya akan dibuka langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo. “Saat ini sudah hampir 100 persen, sedangkan untuk track sepedanya mencapai 75 persen,” ungkap Ketua FTB 2011, Eko Suroyo.

Selain melepas perserta Tidung Fun Bike Gubernur DKI  juga akan melantik Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Komite Sepeda Indonesia (KSI) yang ada di Kabupaten Kepulauan Seribu. Hal ini sengaja dibentuk dengan tujuan agar masyarakat di Utara Jakarta ini juga lebih mencintai sepeda.

Bupati Kepulauan Seribu, Achmad Ludfi didampingi Camat Kepulauan Seribu Selatan Satriadi Gunawan, mengatakan, FTB 2011 ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan untuk menyambut HUT Kota Jakarta yang ke 484. “Kita berharap semuanya berjalan lancar dan peserta dapat menikmati alam bahari sambil berolahraga sepeda,” ujarnya. Untuk memeriahkan kegiatan itu sejumlah artis ibukota dan komunitas sepeda di Jakarta didatangkan. Dia juga berharap kedepan event seperti ini tetap dilakukan tiap tahun, karena kegiatan ini merupakan bagian dari promosi Kepulauan Seribu sebagai destinasi wisata di Jakarta dan Indonesia pada umumnya.
Kedepannya,  FTB diupayakan akan jadi agenda kegiatan Provinsi DKI Jakarta untuk merayakan hari jadi. “Kepulauan Seribu adalah bagian yang tak terpisahkan dari Jakarta. Masyarakat Kepulauan Seribu adalah masyarakat Jakarta. Jadi sewajarnya jika kegiatan ini ditetapkan sebagai agenda rutin dalam menyambut hari ulang tahunnya,” kata Achmad Ludfi.

Sabtu, 04 Juni 2011

Nelayan Marunda Minta Pemerintah Serius Tangani Limbah


MARUNDA- Dampak limbah yang mengotori perairan pesisir Pantai Marunda, Cilincing membuat puluhan nelayan tangkap di kawasan itu tak bisa melaut, dan berharap kepada pemerintah untuk serius menanganinya serta menindak perusahaan yang membuang limbah sembarangan. Pasalnya, perairan laut dan pesisir ini merupakan tempat bersandarnya nelayan untuk mencari nafkah bagi kehidupannya.

Asliyk 49, Ketua nelayan Tradisional Marunda menjelaskan, dampak limbah cair yang mencemari pesisir pantai Marunda 3 hari lalu telah membuat nasib nelayan untuk mendapatkan ikan kandas, apalagi ikan-ikan yang mati tersebut rata-rata berusia 2 sampai 3 bulan yang mestinya bisa di tangkap. "Akibat limbah ini banyak nelayan menelan kerugian waktu dan pembelian bahan bakar"  tutur Aslyik.

Akibat limbah ini, nelayan terpaksa menunggu lagi waktu selama 3 bulan untuk mendapatkan ikan dewasa yang siap dijual, itupun jika benih-benih ikan tidak ikut mati.

"Limbah cairnya ini berbentuk seperti susu, limbah seperti inilah yang langsung membuat ikan cepat mati" ujarnya.

Hal senada disampaikan Usman 50, Ketua RT 3/7 Marunda yang profesinya juga sebagai nelayan jaring. Akibat limbah ini memang nelayan sangat terpukul dan mau minta tanggung jawab siapa, untuk itulah mereka sangat berharap pemerintah melalui instansi terkaitnya agar menindak mereka yang sengaja membuang limbah ke pesisir laut terutama limbah yang berasal dari pabrik-pabrik.

Hasil pantauan di kampung Nelayan Marunda, sejak paska terserang limbah, kini para nelayan hanya bisa pasrah dan sambil memperbaiki perahunya maupun jaring tangkap. Dengan kejadian seperti ini diharapkan pemerintah untuk tidak tutup mata, karena menangkap ikan di laut merupakan keahlian nelayan di marunda yang  menjadi mata pencaharian warga secara turun menurun.  Sebagai catatan sedikitnya ada 230 nelayan di Kampung Marunda Pulo dan Kepuh.

Ratusan Warga Minggu Pagi Gelar Aksi Bersih

"Semangat Gotong Royong  Tergantung Pemimpin Wilayahnya "
Tanjung Priok- Aksi gotong royong dengan aksi bersih setiap hari minggu sudah menjadi rutinitas warga untuk membersihkan lingkungannya. Kerja bakti gotong royong ini sudah menjadi tradisi bahkan menjadi salah satu hubungan tali silahturahmi antar warga. Namun bisa saja kerja bakti diwilayah tak optimal kalau si pemimpin wilayah tak mau tahu atau masa bodoh.

"Warga akan selalu semangat untuk kerja bakti, apalagi pemimpin wilayahnya baik Lurah dan Camat ikut bersama, karena dengan hadirnya pemimpin wilayah ini, wargapun semangat karena diperhatikan dan peduli" kata Amiruddin Ketua RT 1/5 Semper Barat, Cilincing disela - sela aksi bersih saluran air di Jalan Tipar Cakung yang langsung dimonitoring lurah.

Menurutnya, peran lurah atau Camat sangatlah berpengaruh dan bisa memberikan motivasi warga semangat dalam membersihkan lingkungannya.

Hal senada juga disampaikan Sutrisno 34, warga Kamal Muara,Penjaringan  jika kerja bakti atau gotong royong ikut dipantau oleh lurah atau camatnya maka akan tumbuh semangat di warga untuk bekerja. Tapi kalau lurah atau camatnya tak pernah ikut apalagi datang ke wilayah, sudah barang tentu penyakit malas akan timbul.

"Kalau kerja bakti Lurah dan Camatnya ikut memantau dan bersama warga sudah pasti warganya yang datang akan banyak, namun berbeda jika ketua RT atau RW yang menyuruh, sering kali dianggap sepele" tuturnya.

Kelik Sutanto Lurah Semper  Barat maupun M.Effiskal Camat Koja saat ditemui disela-sela pemantauan aksi gotong royong setiap minggu pagi menjelaskan, monitoring aksi bersih ke sejumlah wilayah setiap hari minggu sudah menjadi program rutinitas untuk melihat dari dekat partisipasi warga untuk menjaga lingkungannya tetap bersih. Dan dibernarkan jika sosok lurah atau camat hadir dikegiatan tersebut sangat memberikan motivasi dna semangat kerja bagi masyarakat.

"Mereka sangat senang karena kerja keras untuk membersihkan lingkungannya diperhatikan" tutur Effiskal.

Hasil pemantauan sejumlah lokasi yang menggelar aksi kerja bakti terlihat di Jalan Tipar Cakung, Komplek UKA Tugu Utara, Koja, Jalan Raya Plumpang B ,RBS, Jalan Teluk Gong RW 4 Pejagalan, RW 11 Muara Angke , Pluit dan  Jalan Kelapa Hibrida Kelapa Gading Jakarta Utara.

Berikan layanan, Sambil Bersosialisasi E-KTP di Warga


PAPANGGO- Pelayanan KTP Mobile yang digelar Sudin Kependudukan dan Catatan Sipil Jakarta Utara putaran ke 21 ini masih terus di minati warga untuk bisa mendapatkan pelayanan ini. Pelayanan kali ini digelar di kantor RW 5 Kel Papanggo, Tanjung Priok Jakarta Utara. Sejak pukul 08.00 pagi pelayanan dibuka puluhan warga langsung mendatangi petugas untuk mendaftarkan berkas permohonan perpanjangan KTP maupun pembuatan KK lokal ke KK nasional. Pelayanan ini juga dimanfaatkan petugas menyampaikan pemberlakukan E-KTP pada bulan Agustus 2011 nanti. "Untung saja ada pelayanan jemput bola seperti ini, selain cepat dan mudah, kami mendapatkan informasi terbaru tentang rencana pergantian KTP elektronik pada awal Agustus 2011 nanti" kata Neni 35, warga RW 5 Papanggo.


Edison Sianturi Kasudin Dukcapil Jakut didampingi Ulin Nuha Lurah Papanggo menjelaskan rangkaian kegiatan pelayanan jemput bola ini salah satu pelayanan prima kependudukan bagi warga Jakarta Utara. Terutama di wilayah yang padat, jauh dari kantor kelurahan dan memang warga sibuk tak punya waktu untuk mengurus surat kependudukannya. Selain itu juga Pihak Sudin juga melakukan penjelasan dan sosialisasi langsung kepada Pengurus RW dan RT serta warga yang datang tentang pemberlakukan E-KTP.

"Jadi nanti KTP yang sudah niknas ini akan ditukar lagi dengan E-KTP yang di lengkapi Sidik jari dan chipnya pada bulan Agustus nanti, maka dari itu warga yang belum mengganti KTP atau KK lokalnya ke KK nasional agar secepatnya diganti" tuturnya. Selama satu jam, Kasudin memberikan penjelasan kepada warga maupun pengurus RT/RW yang datang ke lokasi KTP Mobile.

"Informasi E-KTP ini sangat penting bagi warga yang belum mengetahuinya, saya akan tindak lanjuti untuk memberikan informasi kepada warga yang belum mengetahui pelaksaan E-KTP pada bulan Agustus 2011 nanti" ujar Daroji Ketua RW 5 Papanggo. Dalam pelayanan KTP Mobile ini sedikitnya 39 KTP dan 79 KK tercetak.(Bian)

Ratusan Warga Gotong Royong Bersihkan Saluran Air

SEMPER BARAT- Ratusan warga RT 1/5 Kel Semper Barat, Cilincing melakukan gotong royong membersihkan saluran air di Jalan Tipar Cakung dan Jalan Tipar Selatan.  Kegiatan gotong royong ini sudah rutin dilakukan warga setiap hari libur. Tujuannya agar air di saluran bisa lancar menuju ke kali. Warga yang berbekal cangram, cangkur, sapu lidi, sekup dan gerobak sampah bahu membahu menyisir saluran untuk mengeruk lumpur dan sampah di saluran.

"Kalau tidak dibersihkan setiap minggu, sampah dan lumpurnya menumpuk, dan kalau datang hujan air mudah menggenangi jalan" ujar Hasan 25, warga RT1/5 Semper Barat, Cilincing.


Amiruddin 49, Ketua RT 1/5 Semper Barat, menjelaskan, kegiatan gotong royong seperti ini harus dipertahankan, selain lingkungan tetap bersih dan sehat  juga wilayahnya bebas dari genangan air saat hujan turun. Kegiatan ini juga menjadi hubungan baik untuk mengikat tali silahturahmi antar warganya.

"Kegiatan gotong royong bersih lingkungan kita lakukan setiap minggu, selain membangun lingkungan tetap bersih juga menjaga hubungan baik antar warga" tutur Amiruddin.

Sementara itu, Kelik Sutanto Lurah Semper Barat menuturkan, kegiatan aksi bersih setiap minggu sudah menjadi program rutinitas wilayah untuk menciptakan lingkungannya bersih dan sehat. Kepedulian warga pada lingkungannya merupakan tanggung jawab bersama. Dirinya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada warganya yang terus mempertahankan semangat gotong royong untuk kepentingan lingkungan. (Bian)

Minggu, 15 Mei 2011

Warga Minta Armada Layanan KTP Keliling Ditambah

Layanan KTP mobile yang dilakukan oleh Sudin Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Pemkot Jakarta Utara diserbu warga. Rata-rata yang datang itu mengaku memanfaatkan waktu itu karena sebelumnya mereka mengaku kecewa gara-gara jaringannya ngadat kartu identitasnya belum jadi. “Alhamdulillah, berkat layanan KTP mobile di RW 6 Rawa Badak Selatan, Koja KTP saya langsung jadi. Kalau kemarin saya sempat bolak-balik rumah kelurahan, tapi kali ini cepat sekali, mudah-mudahan ke depan tidak terulang lagi,” jelas Maman, Warga RT 2 RW 06,Rawa Badak Selatan.

Diakui Maman, selain dirinya juga manfaatkan layanan KTP Mobile, warga lainnya juga sama. Ini sengaja dilakukan karena mereka khawatir jika diurus dikelurahan nanti akan mengalami hal yang sama sehingga pembuatan KTP akan terlambat. “KTP ini akan saya gunakan untuk memperpanjang STNK jadi meski buru-buru, untung ada layanan Jemput bola juga nggak mungkin saya akan didenda karena terlambat mengurus surat-surat kendaraan,”ungkapnya.

Sedangkan Syarif,33, warga lainnya meminta kepada pemerintah untuk menambah armada mobil layanan KTP. Permintaan ini karena layanan tersebut sangat diminati warga sehingga harus ditambah satu atau dua kendaraan lagi. “Kalau Cuman dua, saya lihat kurang seharusnya tambah satu atau dua lagi biar layanan lebh cepat lagi,”jelasnya.

Menanggapi permintaan warga ini, Kadis Dukcapil DKI Jakarta Frangky Panjaitan mengatakan pihaknya tahun ini akan menambah lagi satu armada KTP mobile untuk meningkat pelayanan masyarakat. Jika armada ditambah satu, maka setiap sudin sudah mempunyai 3 armada KTP Mobile. “Untuk mempercepat pelayanan KTP dan KK bagi warga serta mensukseskan penerapan E-KTP, pihak Disdukcapil akan menambah satu armada KTP mobile disetiap sudin. Dengan memiliki 3 armada tadi diharapkan mampu mengakomodir urusan warga dalam pelayanan kependudukan” ujar Frangky Panjaitan didampingi Kasudin Dukcapil Pemkot Jakut Edison Sianturi dan Lurah Rawa Badak Selayan Muhammad Maibu.

Diakui Frengki, Dinas Kependudukan juga akan ditambahan komputer dari Departemen Dalam Negeri ke guna mensukseskan E-KTP kepada kelurahan-kelurahan yang jumlah penduduknya padat dan pelayanannya ramai setiap hari. Dengan penambahan sarana tadi bisa memberikan kepuasan pelayanan bagi warga serta pelaksanaan E-KTP berjalan lancar.

Masyarakat Dukung Pemberlakukan Jam Operasional Trailer

CILINCING- Masyarakat maupun pengguna jalan di titik akses jalan yang banyak dilalui truk trailer mendukung rencana Pemda DKI Jakarta untuk memberlakukan jam operasional truk kontainer apalagi truk-truk yang melintas diakses jalan pemukiman warga. "Kami dukung niat Pemda DKI Jakarta untuk memberlakukan jam operasional truk trailer ini, Selama ini mereka banyak merugikan masyarakat seperti jalan jadi rusak dan pemicu kecelakaan hingga memakan korban jiwa" tutur Edi 45, warga Jalan Plumpang-Semper, Koja Jakarta Utara.

Begitu juga disampaikan sejumlah pengurus RW dan tokoh masyarakat di Jakarta Utara untuk meminta jam khusus bagi truk-truk trailer yang melintas di jalan akses pemukiman warga. Mengingat tingginya tingkat kecelakaan, hukum yang lemah terhadap pelaku kecelakaan serta menjadi biang keladi kemacetan dan rusaknya jalan. "Pada tahun 90 an, Jalan Raya Plumpang-Semper, Jalan Raya Tugu dan Jalan Raya Tipar Cakung hanya malam hari truk yang boleh melintas, tapi sekarang engga punya waktu mereka melintas" kata Ramlan tokoh masyarakat Koja.

Ia juga meminta agar pengusaha angkutan tidak memikirkan keuntungan sendiri, apalagi mengancam untuk mogok massal hingga berdampak kemacetan. "Carikan solusi buat jalan khusus seperti di Cacing, kalau tidak akan berhadapan dengan masyarakat" tungkasnya. Beberapa waktu  Sekretaris Kehumasan Pelindo II Hambar Wiyadi meminta Pemerintah untuk mengkaji kembali dampak dari pemberlakukan tersebut  agar pembatasan dan pemberlakukan itu tidak mengganggu produktivitas kegiatan pelabuhan. Dan pembatasan dilakukan secara bertahap tidak langsung 17 jam.

Begitupun disampaikan Soedirman Ketua Organda DKI Jakarta yang menilai pemberlakukan jam operasional kontainer ini sangat merugikan dan berencana akan melakukan mogok massal. "Jika itu diberlakukan akan berdampak kerugian besar bagi penguasaha angkutan kontainer" ujarnya. (tim jakarta 6)