Selasa, 09 Agustus 2011

BKB PAUD Koja Terima Bantuan Dana Pembinaan Rp 58,5 Juta

KOJA- BKB PAUD di Kelurahan Koja Jakarta Utara menerima bantuan dana pembinaan dari program CSR JICT (Jakarta International Container Terminal). Sebanyak 15 PAUD dikelurahan itu menerima bantuan uang pembinaan sebesar Rp 3,9 juta/tiga bulan.

Muhammad Andri Lurah Koja menuturkan selain BKB PAUD menerima bantuan dari kelurahan berupa seperangkat alat permainan edukasi juga menerima bantuan dana pembinaan. Diharapkan dana tersebut dapat penunjang program pendidikan PAUD bagi anak-anak usia dini di wilayah Koja Jakarta Utara.

"Selain bantuan alat edukasi dari kelurahan, uang operasional pembinaan dari CSR ini bisa menunjang pelaksanaan kegiatan PAUD bagi anak-anak balita di Koja" ujarnya.

Ditambahkan Muhammad Andri lurah Koja sebanyak 15 PAUD ini masing mempunyai murid binaan sebanyak 30 sampai 40 anaka. Dan mereka belajar yang sebagain besar orangtuanya dari kalangan tidak mampu."Alhamdullilah pak! dana operasional ini kami manfaatkan untuk kepentingan anak-anak didik kami" ujar Dewi salah satu dari pembina PAUD di RW 11 Koja.

Sekedar diketahui keberadaan PAUD di kawasan Koja memang sangat dibutuhkan orangtua yang mempunyai balita. Apalagi  dikawasan ini sangat minim sarana pendidikan anak. Hal ini dikarenakan sempitnya lahan dan sarana pendidikan sudah tergusur oleh  pelabuhan dan perusahaan jasa kontainer. (Bian)

Senin, 08 Agustus 2011

Ujicoaba E-KTP, Warga RBS Rela Antri!

Pelaksanaan KTP elektronik alias e-KTP yang direncanakan awal Agustus 2011 ini baru bisa diujicobakan  di lima kelurahan di DKI Jakarta.

Dari lima kelurahan itu salah satunya kelurahan Rawa  Badak Selatan, wilayah itu merupakan salah satu kelurahan yang sudah mengundang warganya untuk melakukan perekaman data E-KTP.

“Ada lima kelurahan di DKI Jakarta yang telah melakukan ujicoba peralatan dan perekaman verfikasi data E-KTP dan kelurahan Rawa Badak Selatan hari ini melakukan pemanggilan warga, ” kata Purba Hutapea didampingi Edison Sianturi Kasudin Dukcapil Jakarta Utara.

Dalam proses tersebut sedikitnya 15 KK atau 39 orang mengikuti proses pembuatan E-KTP. Satu persatu warga mengikuti mekanisme pembuatannya dari mulai pencatatan data pribadi, perekaman sidik jari, iris mata dan tanda tangan sampai pada foto.

Diharapkan kelanjutannya pihak Depdagri segera melengkapi sarana penunjang e-KTP di kelurahan yang sampai saat ini masih menunggu kelengkapannya.

“Lumayan juga proses agak sulit, mungkin ini pertama kali kami warga sedikit kaget” kata Bambang 45, salah seorang warga pemohon e-KTP. Proses pembuatan e-KTP ini setiap orang membutuhkan waktu 4 menit.

Sementara Lurah Rawa Badak Selatan, Muhammad Maibu  menyambut baik dilaksanakan e-KTP di wilayahnya. Selain menjadi salah satu kelurahan yang memulai program e-KTP ini, diharapkan warga yang sudah menerima undangan panggilan agar tepat waktu datang ke lokasi.

“Yaa mudah-mudahaan pelaksanaannya bisa berjalan lancar sesuai dengan waktu” tuturnya, sambil menambahkan Rawabadak Selatan, mempunyai 33 ribu jiwa atau 29 ribu wajib KTP DKI. Mereka tersebar di 7 RW dari 97 RT.

48.635 RTS Warga Miskin Jakarta Utara

TANJUNG PRIOK- Rumah Tangga Sasaran (RTS) di Jakarta Utara hampir setiap tahunnya mengalami penurunan. Data yang diperoleh dari Kantor BPS (Badan Pusat Statistik) Pemkot Jakarta Utara menyebutkan, sejak tahun 2008 lalu jumlah RTS mencapai 54.827, dan pada tahun 2009 menurun menjadi 50.291, serta di tahun 2010 menurun mencapai 48.635. Jumlah RTS itu tersebar secara merata di enam kecamatan di Jakarta Utara, yakni, Koja, Tanjungpriok, Pademangan, Penjaringan, Kelapagading, dan Cilincing.

Kepala Seksi Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik (IPDS) BPS Jakarta Utara, Dina Pratiwi mengatakan dari tahun 2008 hingga tahun 2010 jumlah RTS di Jakarta Utara mengalami penurunan sekitar lima hingga delapan persen. "Menurut data yang sudah masuk, kecamatan Cilincing masih menjadi urutan teratas terbanyak RTS. Sedangkan kecamatan Kelapagading terendah RTS," kata Dina, Senin (8/8).  

Dijelaskannya, jumlah RTS itu tersebar secara merata di enam kecamatan di Jakarta Utara, yakni, kecamatan Penjaringan sebanyak 9.868 RTS, Pademangan sebanyak 5.887 RTS, Tanjungpriok sebanyak 5.788 RTS, Koja sebanyak 9.678 RTS, Kelapagading 856 RTS, dan Cilincing 16.558 RTS. "Banyaknya RTS di kecamatan Cilincing karena letaknya di pemukiman padat. Kalau di Kelapagading sedikit karena banyak perumahan mewah," ujarnya.

Dina menambahkan, jumlah RTS menurut tingkat kemiskinannya di tahun 2010, diantaranya sebanyak 24.271 RTS hampir miskin, 14.934 RTS miskin, dan 9.430 RTS sangat miskin. "Sedangkan, dilihat dari jumlah RTS dilokasi terstruktur (legal) dan tidak terstruktur (ilegal), yaitu sebanyak 41.638 RTS terstruktur, dan sebanyak 6.997 RTS tidak terstruktur," ucapnya.

Camat Cilincing, Jakarta Utara Junaedi mengakui jumlah RTS di wilayah Cilincing masih tinggi dibandingkan kecamatan lainnya. Namun, berdasarkan data BPS Jakarta Utara, jumlah RTS di kecamatan Cilincing menurun, diantaranya pada tahun 2009 tercatat 17.171 RTS, dan 2010 tercatat 16.558 RTS. "Untuk menekan angka RTS kami bersama pihak swasta mengadakan kegiatan pelatihan, pembinanaan dan keterampilan, seperti membuat keset, tata boga, kue dan kegiatan lain yang langsung bersentuhan dengan masyarakat," kata Junaedi.

Menurut Junaedi, jumlah RTS yang paling besar berada di kelurahan Kalibaru, Cilincing. Jumlah RTS didaerah tersebut sekitar 6 ribu RTS. "Upaya yang dilakukan pemerintah Pemkot Jakarta Utara untuk menekan angka kemiskinan warga diberikan keterampilan berupa kerajinan tangan yang dapat meningkatkan ekonomi rakyat," tandasnya.


Meski BPS Jakut menetapkan jumlah warga miskin menurun, namun kenyataan dilokasi banyak warga miskin yang masih mengharapkan agar pendataan dilakukan pengecekan. "saya ini sudah tinggal puluhan tahun kerja saya pengembala hewan milik orang. Hingga kini tak ada perhatian kondisi hidupnya atau bantuan apapun" kata Sutiyah 60, warga RT 1/3 Marunda.

Begitupun Doni 10 tahun, yang terpaksa jadi kernet angkot Metromini T41 Jurusan Tanjung Priok-Cakung dan tak bisa melanjutkan sekolahnya lantaran ingin membantu kebutuhan sehari-hari orang tuanya. Baik Sutiyah maupun Doni merupakan salah satu sosok wajah kemiskinan di Jakarta Utara yang meskinya tak luput dari perhatian pemerintah. (bian)

Minggu, 07 Agustus 2011

Peralatan E-KTP Hingga Kini Belum Lengkap!

KOJA- Sarana peralatan dan perlengkapan E-KTP yang rencananya akan dilouncingkan awal Agustus 2011 lalu,hingga saat ini belum juga tuntas. Di Jakarta Utara baru dua kelurahan yang sudah mempunyai kelengkapan dan masih dalam tahap uji coba. Tetapi di 29 kelurahan lainnya hanya beberapa alat dan sarana yang sudah didapat.

"Sampai saat ini memang belum bisa melakukan pembuatan E-KTP, dan kami masih mengurus perpanjangan KTP biasa" kata Jasman 34, warga Rawabadak Selatan, Koja.

Hal senada disampaikan Lurah Tugu Utara Muhammad Iqbal bahwa sarana yang ada saat ini dikelurahan baru beberapa peralatan saja dan pemasangan jaringan. Namun dikelurahannya itu belum bisa dilakukan uji coba."Yaa katanya menunggu distribusi dari pihak Departemen melalui konsorsiumnya" kata M. Iqbal.

Beberapa waktu lalu, Purba Hutapea Kadis Dukcapil DKI Jakarta saat meninjau dua kelurahan di Jakarta Utara yang sudah siap ujicoba menjelaskan, menyangkut masalah peralatan, sarana jaringan,instal merupakan wewenang dari konsorsium Depdagri. Jika pihak Konsorsium sudah melengkapi semua peralatan dan perlengkapannya, maka pihak Dinas Dukcapil DKI Jakarta akan siap menyebarkan undangan kepada masyarakat."Kami saat ini menunggu pihak Konsorsium dalam penyelesian kelengkapan peralatan maupun jaringan E-KTP. Jika sudah selesai kami siap untuk mengundang warga" ujarnya.

Sabtu, 06 Agustus 2011

Warga Minta Macet Di Jakut Bisa Diminimalisir!

TANJUNG PRIOK- Hampir setiap hari warga maupun pengguna jalan di Jakarta Utara mengeluhkan kemacetan yang dirasakan setiap hari.Hal ini disebabkan adanya pembangunan Jalan Tol Di Jalan Yos Sudarso dan jalan Raya Cakung-Cilincing."Kita ngerti penyebabnya pembangunan jalan tol, tapi semestinya bisa diminimalisir jangan terus-menerus merasakan macet" kesal Edi 35, karyawan di kantor Walikota Jakarta Utara.

Begitu juga disampaikan leni 24, buruh KBN, Cakung. Lantaran macet yang dirasakan setiap hari di Jalan Raya Cacing dirinya terpaksa menggunakan jasa ojek motor untuk mengejar waktu kerja dan pulang untuk berbuka puasa."Daripada terjebak macet dan telat kerja, uang kehadiran bisa kena potong makanya pilih ojek motor" tuturnya.


Sementara itu, Firman 45, sopir Angkot KWK 01 Jurusan Tanjung Priok-Cakung dan Rusman 39, sopir angkot KWK 09 Jurusan Tanjung Priok- Walang hanya bisa pasrah dan tak bisa berbuat apa-apa. Lantaran macet yang dirasakan setiap hari iapun tak bisa mendapatkan setoran angkotnya sesuai harapannya. "Akibat macet dijalan,setoran jadi berkurang, kalau bisa petugas meminimalisir agar macetnya tidak parah" sahutnya.

Urus KTP, Sambil Nunggu Buka Puasa


Kelapa Gading- Puluhan warga komplek TNi AL kodamar RW 5 Kelapa Gading Barat memadati pelayanan KTP Mobile yang di gelar oleh Sudin Dukcapil Jakarta Utara. Meski suasananya dalam berpuasa antusias warga untuk datang ke lokasi terlihat sejak layanan dibuka pukul 8 pagi.

" Ini sangat membantu mas! Pelayanan jemput bola ini, selain dekat rumah dan menghemat energi disaat puasa sekarang ini" tutur Roni warga Kelapa Gading Barat.Suratno Ketua RW 5 Kelapa Gading Barat, sangatlah berterima kasih dan terbantu mengingat aktivitas warganya sangat sibuk. Makanya tak heran jika layanan jemput bola ini sangat dibutuhkan serta diterima dihati masyarakat."Selain prosesnya cepat, bisa menunggu waktu berbuka puasa nih" tuturnya.

Edison Sianturi Kasudin Dukcapil Jakut didampingi Darmawan Lurah Gading Barat menjelaskan program jemput bola ini salah satu program Gubernur DKI dalam memberikan pelayanan prima kepada warganya, terutama mereka yang sibuk karena pekerjaannya.

"Meski bulan puasa, pelayanan masyarakat harus berjalan agar mereka yang tak punya waktu mengurus surat KTP di kelurahan bisa melalui ktp mobile.Dalam pelayanan ini sedikitnya 65 KTP 27 Kartu Keluarga. 9 akte lahir terlayani dalam pelayanan KTP yang memasuki putaran 34 tahun 2011 di Jakarta Utara

Jumat, 05 Agustus 2011

DPRD DKI : Lurah Dan Camat Jangan Hambat Pelayanan Masyarakat

CILINCING- Banyak keluhan dan protes sejumlah masyarakat sering kali lurah dan camat keluar kantor lantaran kegiatan rapat membuat pelayanan terhambat. Begitupun sejumlah kekosongan lurah di 3 kelurahan di Jakarta Utara kerap membuat masyarakat harus menunggu lurah untuk kepentingan lingkungan dan pembangunannya wilayahnya.


"Yaa memang sih! ada pejabat sementara yang menggantinya, tapi kan punya batasan kewenangan, dan tidak bisa dibutuhkan warga jika ada kegiatan di wilayah" kata Amri 40, warga Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara.Keluhan masyarakat ini juga mendapat reasi dari anggota DPRD DKI komisi A Hj Neneng Hasanah. Ia meminta kepada pihak Pemda DKI Jakarta dalam hal ini BKD (Badan Kepegawaian Daerah) seyogya sudah mempersiapkan calon pengganti disaat para lurah memasuki masa pensiun. "Meskinya BKD sudah mempersiapkan calon pengganti lurah yang memasuki masa pensiun, tidak seperti sekarang banyak jabatan lurah yang kosong hingga satu tahun" ujar Neneng Hasanah politisi dari Partai Demokrat itu. Dampak kekosongan tadi membuat pelayanan masyarakat terganggu dan terhambat.

Begitu juga berbagai aktivitas rapat yang sering kali membuat warga harus menunggu hingga satu hari,Seperti pelayanaan KTP,Kartu Keluarga maupun surat ahli waris yang memang mewajibkan lurah yang menanda tanganinya.

"Kasihan warga harus menunggu lurahnya yang sedang rapat, padahal ia membutuhkan tanda tangannya untuk surat penting. Hal inilah yang sering menghambat pelayanan"tuturnya.


Hj Neneng Hasanah mencontohkan seperti beberapa waktu lalu adanya kegiatan kompetisi sepak bola antar warga. Dimana lurah dan camat diundang untuk membuka kegiatan itu. Namun mereka tidak datang padahal kala itu masyarakat bisa mengenal siapa lurah dan camatnya.

"Disaat masyarakat membutuhkan tak hadir, tapi ketika warganya tawuran barulah mereka mendekatkan diri kepada warganya" jelas Neneng. (bian)

Warga Dirawat di Rumah Sakit Tetap Dilayani Bikin KTP

Masyarakat yang sakit keras dan harus dirawat di rumah sakit jangan khawatir tidak mendapat KTP. Untuk melayaninya, saat ini Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jakarta Utara menyiapkan petugas pelayanan jemput bola KTP bagi penderita sakit.“Bagi warga yang dirawat di rumah sakit jangan khawatir tidak akan mendapat pelayanan KTP. Petugas kami akan menyambangi ke rumah sakit atau ke rumah warga yang sedang mengalami sakit keras,”jelas Kasudin Dukcapil Edison Sianturi.

Ini dilakukan dengan tujuan agar seluruh masyarakat Jakarta Utara mendapatkan identitas. Selain itu juga upaya membantu warga yang tak bisa berjalan untuk mengurus KTP-nya yang sudah habis masa berlakunya.
Kasie Pencatatan Kependudukan Syuhada menjelaskan mekanisme untuk mendapatkan KTP itu pemohon harus mengajukan permohonan ke kelurahan. Jika sudah ada permohonan petugas akan mendatangi pemohon langsung ke rumah atau di rumah sakit.

“Jadi setiap warga yang sakit lumpuh atau menjelani perawatan di rumah sakit supaya mengajukan permohonan ke kelurahan. Jika sudah ada surat permohonan kami akan datang untuk memberikan pelayanan prima kepada warganya” katanya Syuhada.

117 Penjahat Jalanan Diringkus Polres Jakut

Tanjung Priok- Selama puasa dan jelang Lebaran, tingkat kejahatan biasa meningkat.Terutama yang dilakukan penjahat jalanan seperti jambret, todong dan copet. Ini disebabkan mebutuhan warga juga meningkat. Mengantisipasi hal tersebut Polres Metro Jakarta Utara merazia daerah-daerah yang dianggab rawan. Khususnya lokasi yang sering dijadikan beraksi kawanan preman.


Hasilnya, dalam Operasi Kilat Jaya yang dilakukan sejak Rabu 3 Agustus itu, polisi berhasil menjaring 117 pelaku kejahatan jalanan (street crime).Selain meringkus lebih dari seratus tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti hasil kejahatan .

“Operasi ini kita lakukan dalam rangka menciptakan situasi kondusif di Bulan Puasa dan men jelang Lebaran nanti. Dari ratusan pelaku yang kita amankan, ada di antara mereka yang merupakan tersangka kasus pidana seperti pembunuhan, penodongan serta penganiayaan,” ujar Kasat Reskrim Polres Jakut AKBP Irwan Anwar, Jumat (5/8).

Mereka, lanjut Irwan, ditangkap dari beberapa lokasi yang selama ini dikenal sebagai daerah rawan kejahatan. “Di antaranya di Jalan Yos Sudarso, Kalibaru, Cilincing dan Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok,” lanjutnya.Warga menyambut baik upaya polisi tersebut. Namun demikian polisi harus tetap meningkatkan patrolinya, khususnya di permukiman. “Soalnya pencurian juga makin marak. Jadi polisi khususnya yang dari polsek agar lebih rajin patroli ke wilayah,”ujar Netty warga Sunter Hijau, Jakarta Utara (bian)

Kamis, 04 Agustus 2011

Warga Inginkan Pamong Bermasyarakat Dan Tak Abaikan Pelayanan!

TANJUNG PRIOK- Banyak kelurahan di Jakarta Utara yang kosong keberadaan pamongnya seperti camat dan lurah. Akibatnya pelayanan masyarakat terabaikan. Warga Jakarta Utara meminta kepada Pemda DKI Jakarta atau Pemko Jakarta Utara dalam pengisian  kekosongan pejabat maupun rotasi diharapkan bisa lebih memberikan figur pamong yang bermasyarakat, berorientasi kepentingan pelayanan serta tak berpegang pada waktu jam kerja.

"Jadi jangan sosok Lurah yang banyak keluar rapat,naik jabatan karena punya kedekatan, apalagi jika sudah tepat jam kerja langsung pulang yang kemudian menghambat pelayanan" ujar Dimas 31, warga Sungai Bambu.


Hal senada disampaikan Triyadi 32, warga Lagoa, Koja. Meskinya kekosongan lurah ini jauh-jauh hari sudah dipersiapkan agar masyarakat mudah menemukan lurahnya. "memang sih sudah ada Plh, tapikan punya batasan kewenangan" ujarnya.

Menanggapi hal ini  Hj Neneng Hasanah anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta seyogyanya Pemda DKI Jakarta dalam hal ini BKD (Badan Kepegawaian Daerah) sudah mempersiapkan diri figur lurah atau camat yang memang berorientasi untuk kepentingan masyarakat serta tak menghambat pelayanan. Seperti di Kelurahan Kebon Bawang,Ancol dan Lagoa yang kosong lurahnya hingga berlarut-larut.





"harusnya BKD sudah mempersiapkan jauh-jauh hari ketika ada pejabat yang masuk pensiun sudah cepat ada gantinya" tutur politisi Partai Demokrat.Begitupun dengan figur yang akan diberikan kewenangan bakal orang-orang yang nantinya jadi lurah atau camat adalah  berprestasi dalam membina warganya dan siap menjadi pelayanan masyarakat yang sesuai karier pengabdiannya.



" kaya beberapa waktu lalu, ada kompetisi sepakbola, warga sudah mengundang camat dan lurah namun tidak datang. Bagaimana mau dikenal warga. Giliran ada persoalan tawuran baru dekat pada warganya" ujar Neneng. Begitupun banyak agenda rapat-rapat yang meskinya bisa diwakilkan, akhirnya banyak pelayanan masyarakat terhambat. (bian)

Minggu, 31 Juli 2011

Jelang Puasa, Pasar Tradisional Diserbu Pengunjung


Cilincing- Berbagai persiapan di lakukan masyarakat menyambut datangnya bulan puasa selain berziarah juga persiapan makan sahur. Tak heran jika sarana pasar tradisional hari ini padat dikunjungi pembeli. Apalagi hari ini masuk hari libur.Seperti di Pasar Tradisional Sukapura, ratusan pengunjung memadati sarana itu. Antrian kendaraan mencapai 1KM yang berdampak kemacetan."Memang sudah biasa kalau menyambut hari pertama puasa,sejumlah pasar ramai dikunjungi pembeli" kata sadiyan 45, jukir pasar sukapura.

Begitupun dengan Murti 37, warga Semper Barat yang sedang belanja di pasar itu. Ia membeli semua kebutuhan untuk persiapan sahur dan berbuka puasa besok. Meski harga kebutuhan pokok merangkak naik, tetap tidak menghalangi dirinya untuk belanja."Habis mau gimana lagi, sudah kelakuan pedagang menaikkan harga memanfaatkan puasa seperti ini, percuma teriak! Pemerintah tak peduli" ujarnya.Ramainya pengunjung pasar untuk membeli kebutuhan bahan pokok persiapan puasa ini, membuat  jukir maupun pedagang makanan dan minuman serta kembang laris manis. Selain pengungjung pasar sukapura membludak, juga terlihat di Ps Koja Baru, Ps Tugu Utara, PsRawabadak dan Ps Waru.

Minggu, 24 Juli 2011

Foto Lepas ! Anak-Anak Manfaatkan Sampah Tempat Bermain

CILINCING- Tumpukan Sampah di Pesisir TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Cilincing jadi Arena Bermain Anak-Anak.