Minggu, 15 Mei 2011

Masyarakat Dukung Pemberlakukan Jam Operasional Trailer

CILINCING- Masyarakat maupun pengguna jalan di titik akses jalan yang banyak dilalui truk trailer mendukung rencana Pemda DKI Jakarta untuk memberlakukan jam operasional truk kontainer apalagi truk-truk yang melintas diakses jalan pemukiman warga. "Kami dukung niat Pemda DKI Jakarta untuk memberlakukan jam operasional truk trailer ini, Selama ini mereka banyak merugikan masyarakat seperti jalan jadi rusak dan pemicu kecelakaan hingga memakan korban jiwa" tutur Edi 45, warga Jalan Plumpang-Semper, Koja Jakarta Utara.

Begitu juga disampaikan sejumlah pengurus RW dan tokoh masyarakat di Jakarta Utara untuk meminta jam khusus bagi truk-truk trailer yang melintas di jalan akses pemukiman warga. Mengingat tingginya tingkat kecelakaan, hukum yang lemah terhadap pelaku kecelakaan serta menjadi biang keladi kemacetan dan rusaknya jalan. "Pada tahun 90 an, Jalan Raya Plumpang-Semper, Jalan Raya Tugu dan Jalan Raya Tipar Cakung hanya malam hari truk yang boleh melintas, tapi sekarang engga punya waktu mereka melintas" kata Ramlan tokoh masyarakat Koja.

Ia juga meminta agar pengusaha angkutan tidak memikirkan keuntungan sendiri, apalagi mengancam untuk mogok massal hingga berdampak kemacetan. "Carikan solusi buat jalan khusus seperti di Cacing, kalau tidak akan berhadapan dengan masyarakat" tungkasnya. Beberapa waktu  Sekretaris Kehumasan Pelindo II Hambar Wiyadi meminta Pemerintah untuk mengkaji kembali dampak dari pemberlakukan tersebut  agar pembatasan dan pemberlakukan itu tidak mengganggu produktivitas kegiatan pelabuhan. Dan pembatasan dilakukan secara bertahap tidak langsung 17 jam.

Begitupun disampaikan Soedirman Ketua Organda DKI Jakarta yang menilai pemberlakukan jam operasional kontainer ini sangat merugikan dan berencana akan melakukan mogok massal. "Jika itu diberlakukan akan berdampak kerugian besar bagi penguasaha angkutan kontainer" ujarnya. (tim jakarta 6)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar